Publikasi
/
Berita
Publikasi
/
Berita
Berita
Tim BAST
12 Mar 2026
52
0
Banda Aceh, 11 Maret 2026 – Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menghadiri undangan kegiatan peringatan gempa dan tsunami Tohoku, Jepang bertajuk “15th Commemoration of the Great East Japan Earthquake and Tsunami: Pembinaan Skill bagi Penyintas Bencana sebagai Kunci Percepatan Pemulihan serta Keterbukaan Peluang Kerja yang Beragam dalam Waktu Singkat Guna Pemenuhan Pendapatan.”

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Utama Lantai 2 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Geuceu Kompleks, pada Selasa, 11 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, serta berbagai perwakilan dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan lembaga pendukung.
Gempa dan tsunami Tohoku yang terjadi pada tahun 2011 merupakan salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Jepang. Bencana tersebut memicu gelombang tsunami besar yang mengakibatkan kerusakan luas, baik dari sisi korban jiwa maupun infrastruktur wilayah yang terdampak.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Aceh Community Art Consortium atas nama Komunitas Peduli Mitigasi dan Kebencanaan, bersama gabungan berbagai organisasi pembinaan kepemudaan. Peringatan ini bertujuan mempererat persahabatan antara pemuda Aceh dan Jepang melalui refleksi atas pengalaman bencana yang pernah dialami kedua wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pembicara Tenaga Ahli Pemerintah Aceh, Tomy Mulia Hasan, yang juga merupakan salah satu anggota tim yang mengusulkan pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Jepang bersama Ketua BRR NAD–Nias almarhum Kuntoro Mangkusubroto. Dalam paparannya yang berjudul “Memory 311”, ia menceritakan kisah respons Pemerintah Indonesia pada detik-detik awal terjadinya gempa bumi dan tsunami Jepang Timur pada tahun 2011.

Sementara itu, dalam sambutannya, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyampaikan apresiasi atas solidaritas dan hubungan persahabatan yang terus terjalin antara masyarakat Aceh dan Jepang.
Sebagaimana diketahui, Aceh juga pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami besar pada tahun 2004. Kesamaan pengalaman bencana tersebut telah membangun ikatan emosional antara Aceh dan Jepang. Melalui kegiatan peringatan ini, diharapkan hubungan solidaritas dan kerja sama kedua wilayah dapat terus terjaga dan diperkuat.

Acara ditutup dengan kegiatan penulisan pesan pada origami yang berisi pesan solidaritas dari Aceh untuk masyarakat Tohoku. Pesan-pesan tersebut menjadi simbol persahabatan dan dukungan moral antar masyarakat yang pernah mengalami bencana serupa.
Dari pengalaman bencana yang terjadi di Aceh maupun Jepang, pembelajaran terkait kebencanaan menjadi hal yang sangat penting sebagai upaya memperkuat mitigasi dan mengurangi risiko bencana di masa depan.
Kehadiran Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) ANRI sebagai pusat studi arsip kebencanaan memiliki peran strategis dalam pengembangan mitigasi bencana. Melalui arsip tsunami yang dikelola dan dilestarikan secara berkelanjutan, berbagai informasi penting dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan penelitian guna meningkatkan upaya mitigasi bencana yang lebih baik di masa mendatang. am