Publikasi
/
Berita
Publikasi
/
Berita
Berita
Tim BAST
29 Oct 2025
192
0
Banda Aceh, 29/10/2025 - Ketahanan keluarga di Aceh dalam menghadapi berbagai krisis menjadi sumber inspirasi bagi banyak pihak untuk memahami bagaimana masyarakat mampu bangkit dari masa-masa sulit. Nilai ketangguhan inilah yang diangkat dalam seminar series ke-36 bertema “Potret Ketahanan Keluarga Aceh Menghadapi 3 Fase Krisis: Konflik, Tsunami, dan Covid-19” yang diselenggarakan oleh Tsunami Disaster Mitigation and Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK) pada 29 Oktober 2025 di Gedung TDMRC USK, dan dihadiri oleh Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Direktur TDMRC, Prof. Syamsidik, menyampaikan, kegiatan ini sangat penting sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar lebih mengetahui bagaimana keluarga Aceh dapat bertahan dan berkembang meskipun dihadapkan dengan beragam krisis yang datang silih berganti.
"Ketangguhan ini dapat menjadi contoh bagi generasi kini dalam menghadapai berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan," kata Syamsidik

Dalam diskusi yang dipandu oleh Dr. Rina Suryani Oktari, para narasumber diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti dan Assoc. Prof. Nishi Yoshimi dari Kyoto University, Jepang, menyampaikan pandangannya tentang kondisi keluarga di Aceh pada fase krisis konflik, tsunami, dan pandemi Covid-19, serta faktor pemicu yang menyebabkan keluarga-keluarga Aceh dapat melewati masa-masa tersebut, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Hasil penelitian tersebut disusun dalam sebuah buku berjudul "Potret Ketahanan Keluarga Aceh Menghadapi 3 Fase," yang memuat 12 kisah potret keluarga di Aceh yang berhasil melewati fase-fase krusial tersebut. Buku ini menjadi dokumentasi penting tentang ketangguhan keluarga Aceh dalam menghadapi tantangan besar yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

Kepala BAST, Muhamad Ihwan yang hadir bersama para arsiparis BAST menyampaikan dukungan penuh atas penyelenggaraan kegiatan seminar ini. Menurutnya, ketangguhan dari keluarga Aceh seharusnya mampu menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadapi fase krisis di kemudian hari.

Di sisi kebencanaan sendiri, arsip tsunami yang tersimpan dan dilestarikan di BAST merupakan bukti aktual dan dapat menjadi contoh nyata akan ketangguhan keluarga di Aceh yang mampu bangkit melewati masa duka, pulih dari luka, dan kembali menata kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Arsip ini selanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai pedoman dalam menghadapi krisis yang sama di kemudian hari. (sr)