Publikasi
/
Berita
Publikasi
/
Berita
Berita
Tim BAST
19 Jun 2025
166
0
Banda Aceh — Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito, M.Eng., didampingi Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST), Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., Rabu 18 Juni 2025.. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting terkait pengelolaan dan pelestarian arsip, khususnya di lingkungan perguruan tinggi dan wilayah Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala ANRI menyoroti pentingnya penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi digital di bidang kearsipan.
Selain itu, Mego juga menekankan perlunya pengumpulan dan pengelolaan arsip-arsip penting yang tersebar di Aceh, termasuk bagaimana menyimpannya dengan baik, melakukan digitisasi dan membuka aksesnya kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, juga menyampaikan pentingnya khazanah manuskrip Aceh yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. “Manuskrip-manuskrip Aceh memiliki kekhasan tersendiri, terutama dalam hal motif dan konten keilmuannya. Ini adalah warisan penting yang menyimpan informasi sejarah, budaya, hingga keislaman Aceh,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak manuskrip dan arsip kuno masih tersimpan di lingkungan masyarakat, khususnya di pesantren-pesantren, namun belum mendapatkan perhatian serius. Untuk itu, perlu ada program restorasi dan pelestarian secara menyeluruh yang melibatkan masyarakat dan lembaga kearsipan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala ANRI menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen UIN Ar-Raniry dalam pelestarian khazanah arsip Aceh. Ia berharap kerja sama antara ANRI termasuk BAST dan UIN dapat terus berlanjut dan diperluas. Mego juga menyinggung kerja sama ANRI dengan pihak Korea Selatan dalam bidang restorasi arsip, sebagai alternatif baru yang dapat dikembangkan, selain kerja sama yang selama ini lebih dominan dilakukan dengan Jepang.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga arsip nasional dan perguruan tinggi dalam menjaga, memelihara, dan memanfaatkan arsip sebagai aset intelektual dan budaya bangsa.