Publikasi

/

Berita

Berita

BAST ANRI Peduli Arsip Terdampak Banjir, Monitoring Langsung ke Dispusip Aceh Utara

Tim BAST

22 Dec 2025

71

0

BAST ANRI Peduli Arsip Terdampak Banjir, Monitoring Langsung ke Dispusip Aceh Utara

Aceh Utara, 22/12/2025 – Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan monitoring dan peninjauan langsung terhadap arsip yang terdampak banjir di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Utara, Senin, 22 Desember 2025.

Banjir dengan ketinggian genangan air lebih kurang 1 meter mengakibatkan sejumlah arsip tergenang dan memerlukan penanganan segera. Arsip yang terdampak merupakan arsip keuangan tahun 2020–2021 yang disimpan di lantai 1 gedung, sementara arsip statis berada dalam kondisi aman karena disimpan di lantai 2. Selain itu, sekitar 12 persen dari total kurang lebih 7.000 koleksi buku juga mengalami kerusakan akibat banjir.

Kepala Dispusip Kabupaten Aceh Utara, Saifullah, M.T., menyampaikan bahwa banjir yang melanda wilayah Aceh Utara berdampak langsung terhadap arsip dan koleksi perpustakaan yang dikelola pihaknya. Kondisi arsip yang terdampak dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga diperlukan langkah penyelamatan segera agar nilai informasi dan fungsi arsip tetap terjaga.

Kepala BAST ANRI, Muhamad Ihwan, menegaskan bahwa BAST ANRI siap melakukan penyelamatan dan penanganan arsip terdampak banjir. Untuk itu, pendataan arsip yang terkena banjir harus segera dilakukan guna mempercepat proses penyelamatan, terutama terhadap arsip-arsip yang memiliki nilai vital agar tidak mengalami kerusakan permanen.

Dalam kegiatan tersebut, tim penyelamatan arsip terdampak bencana BAST ANRI hadir memberikan pendampingan teknis terkait langkah-langkah penanganan dan preservasi arsip pascabanjir. Selain monitoring dan pendampingan teknis, BAST ANRI turut menyerahkan bantuan kepada pegawai Dispusip Kabupaten Aceh Utara yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dari KORPRI ANRI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAST ANRI dalam menjaga keberlanjutan arsip sebagai memori kolektif bangsa, khususnya di wilayah rawan bencana. (am/ekh)