Publikasi

/

Berita

Berita

BAST ANRI Hadiri Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh di UIN Ar-Raniry

Tim BAST

14 Aug 2025

26

0

BAST ANRI Hadiri Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh di UIN Ar-Raniry

Banda Aceh, 14/08/2025 - Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menghadiri acara Pidato Perdamaian dan Penyerahan Penghargaan Ar-Raniry kepada para tokoh perdamaian Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Museum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Kamis, 14 Agustus 2025, sebagai bagian dari peringatan dua dekade perdamaian Aceh.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki pada 15 Agustus 2005. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dimulainya babak baru bagi masyarakat Aceh, dari situasi konflik bersenjata menuju kehidupan damai dan pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Mujiburrahman mengakui peran sentral Dr. (H.C.) Drs. H. M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, sebagai tokoh utama yang memfasilitasi perundingan hingga tercapainya kesepakatan perdamaian. Ia menegaskan bahwa perdamaian merupakan hasil proses panjang yang memerlukan waktu dua tahun untuk perencanaan dan pengkajian langkah strategis.

Bencana tsunami 26 Desember 2004 kata Mujiburrahman juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses perundingan. Upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana membutuhkan suasana kondusif dan kesepakatan bersama untuk menghentikan konflik demi menjamin kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kepala BAST ANRI, Muhamad Ihwan, yang turut hadir dalam pertemuan itu, juga menyampaikan bahwa peristiwa tsunami memang menjadi salah satu pemicu percepatan perdamaian Aceh. Peristiwa tsunami itu sendiri juga telah banyak menciptakan arsip dari rehabilitasi dan rekosntruksi NAD-Nias yang kini tersimpan di BAST sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa. Generasi muda diharapkan memahami pentingnya sejarah ini sebagai landasan dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan yang berlangsung di Museum UIN Ar-Raniry juga menghadirkan pameran foto perjalanan proses terwujudnya MoU Helsinki. Pameran ini menampilkan dokumentasi bersejarah yang merekam momen penting mulai dari perundingan hingga penandatanganan kesepakatan damai, memberikan gambaran visual yang memperkaya pemahaman pengunjung tentang sejarah perdamaian Aceh. Acara diakhiri dengan penyerahan Penghargaan Kepada sejumlah Tokoh Perdamaian Aceh.