Publikasi

/

Berita

Berita

Arsip ATR/BPN Aceh Tamiang Terdampak Parah Banjir, BAST ANRI Lakukan Peninjauan dan Pendampingan Teknis

Tim BAST

23 Dec 2025

89

0

Arsip ATR/BPN Aceh Tamiang Terdampak Parah Banjir, BAST ANRI Lakukan Peninjauan dan Pendampingan Teknis

Kota Langsa, 23/12/2025 – Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Bencana ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap layanan pemerintahan, termasuk Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Aceh Tamiang.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan kunjungan peninjauan dan monitoring untuk melihat langsung kondisi arsip ATR/BPN Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor. Dalam kunjungan ini, BAST ANRI tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada pegawai ATR/BPN Aceh Tamiang dalam penanganan awal arsip terdampak bencana.

Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 4 meter merendam gedung kantor ATR/BPN Aceh Tamiang dan mengakibatkan seluruh arsip terdampak. Arsip yang rusak meliputi buku tanah, surat ukur, dan warkah dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Dari hampir 290.000 dokumen yang terdampak, sekitar 80 persen warkah mengalami kerusakan berat akibat terendam air dan lumpur. Seluruh arsip telah dievakuasi dan diselamatkan sementara ke Kota Langsa guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Kepala ATR/BPN Kabupaten Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menyampaikan bahwa gedung kantor mengalami kerusakan total dan akan diajukan ke kantor pusat ATR/BPN untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran, peralatan, dan sumber daya manusia menjadi kendala dalam penanganan arsip terdampak bencana, sehingga penanganan awal masih dilakukan secara mandiri oleh pegawai dengan membersihkan lumpur sisa banjir.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BAST ANRI turut menyerahkan sejumlah perlengkapan restorasi arsip yang dapat dimanfaatkan oleh pegawai ATR/BPN Aceh Tamiang untuk mendukung proses penanganan arsip terdampak banjir. Pendampingan teknis ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan lanjutan pada arsip.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BAST ANRI, Muhamad Ihwan, merekomendasikan agar arsip dengan tingkat kerusakan berat segera ditangani di kantor pusat ANRI di Jakarta yang memiliki fasilitas lengkap, seperti dry chamber dan peralatan preservasi arsip terdampak banjir berskala besar. Sementara itu, arsip dengan tingkat kerusakan ringan masih dapat ditangani di Aceh dengan pendampingan teknis berkelanjutan dari BAST ANRI.

BAST ANRI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi ATR/BPN Aceh Tamiang dalam proses penyelamatan dan penanganan arsip terdampak bencana, termasuk melalui edukasi penanganan arsip pascabanjir, guna menjaga keberlanjutan arsip sebagai bukti hukum dan memori institusional negara. (ekh)