Publikasi
/
Berita
Publikasi
/
Berita
Berita
Tim BAST
25 Jan 2026
30
0
Aceh Utara — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui Tim Siaga Bencana ANRI memberikan bantuan restorasi arsip vital pascabanjir di Rumah Sakit PIM Prima Medika, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan mengakibatkan arsip milik berbagai instansi, termasuk rumah sakit, terdampak serta berisiko mengalami kerusakan.

Tim Siaga Bencana ANRI yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelestarian dan Pelindungan Arsip, Achmad Dedi Fauzi, memberikan bimbingan teknis restorasi arsip terdampak bencana kepada sejumlah pegawai di kantor administrasi RS PIM Prima Medika. Bimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pegawai agar dapat melanjutkan upaya penanganan dan pemulihan arsip secara mandiri.

Tim Siaga Bencana ANRI yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelestarian dan Pelindungan Arsip, Achmad Dedi Fauzi, memberikan bimbingan teknis restorasi arsip terdampak bencana kepada sejumlah pegawai di kantor administrasi RS PIM Prima Medika. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari kerja sama antara ANRI dan BNPB dalam upaya penanganan arsip terdampak bencana, dengan tujuan meningkatkan kapasitas instansi terdampak dalam melakukan penyelamatan arsip pascabencana.
Meskipun banjir telah terjadi hampir dua bulan lalu, sejumlah arsip vital di RS PIM Prima Medika masih dalam kondisi lembab dan basah. Hal ini disebabkan arsip-arsip tersebut masih tersimpan dalam bundelan plastik dan belum berani dibuka karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Dalam praktik langsung di hadapan para pegawai, Tim ANRI menyampaikan, arsip yang terendam banjir tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari langsung. Arsip sebaiknya dikeringkan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik, dapat dibantu juga dengan kipas angin.
Selain itu, arsip perlu dibuka dan dilepaskan secara perlahan dari plastik pembungkus agar tidak merusak fisik arsip. Apabila arsip dalam kondisi berlumpur, pembersihan dapat dilakukan menggunakan air bersih. Penanganan arsip terdampak bencana ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar arsip dapat diselamatkan dan direstorasi dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara yang ikut serta mengikuti bimbingan teknis restorasi arsip di rumah sakit tersebut. Achmad Dedi Fauzi berharap kegiatan bimbingan dan praktik restorasi ini dapat membantu pegawai administrasi rumah sakit maupun petugas kearsipan daerah memahami serta mampu melaksanakan penanganan arsip lain yang terdampak banjir.
Usai kegiatan restorasi arsip dan bimbingan teknis, Tim ANRI juga melakukan peninjauan ke ruang rekam medik RS PIM Prima Medika yang turut terendam banjir. Dalam beberapa hari ke depan, pihak rumah sakit berencana melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia terkait penanganan arsip rekam medik yang terdampak banjir tersebut. (Han)